Mengenal Leverage Browser Caching Dan Cara Mengaturnya
Mengenal Leverage Browser Caching Dan Cara Mengaturnya

Mengenal Leverage Browser Caching Dan Cara Mengaturnya

Mengerti Pengaturan Leverage Browser Caching Dapat Membantu Meningkatkan Kecepatan Website Kita. Berikut Ini Penjelasan Tentang Leverage Browser Caching.

Leverage Browser Caching
Salah satu permasalahan yang sering ditemui ketika inspeksi kecepatan suatu website adalah pengoptimalan Leverage Browser Caching.

Mendengar kata 'Leverage Browser Caching' tentu bukan hal yang biasa bahkan untuk seorang blogger sekalipun secara mayoritas.

Mendengar saja tidak biasa, bayangkan saja bila harus menyelesaikan permasalahan yang berhubungan dengan hal tersebut.

Untuk itu, dibutuhkan setidaknya sedikit pemahaman untuk merangsang otak kita mencari akar permasalahan.

Leverage Browser Caching ini sendiri sebenarnya tidak jauh berbeda dengan cache-cache lain yang kita temukan pada sebuah sistem operasi yang bekerja. 

Apa Itu Leverage Browser Caching

Situs Developer Google menjelaskan bahwa proses pertukaran paket data antara server dan pengguna itu membutuhkan waktu sesuai dengan besarnya data yang dikirim. Selama proses ini berlangsung, halaman suatu situs belum dapat kita lihat atau mungkin biasa kita sebut dengan 'masih loading'.

Melalui penerapan cache, kita dapat mempercepat proses loading tersebut karena data cache akan tersimpan dalam browser yang kita gunakan. Ini lah alasan mengapa manajemen cache menjadi sangat penting dan tidak boleh dibersihkan secara asal.

Penjelasan spesifik tentang apa itu cache, fungsi serta cara tepat menghapus cache sebelumnya pernah kami bahas dalam artikel Mengenal Apa Itu Cache Dan Cara Menghapusnya.

Laverage browser caching sendiri bila kita artikan dalam bahasa Indonesia adalah memanfaatkan proses caching dari browser yang kita gunakan.

Oleh karena itu secara sederhana, dapat dipahami bahwa proses leverage browser caching ini bertujuan untuk mengatur seberapa lama cache dari gambar, css atau javascript suatu situs akan tersimpan pada sebuah browser yang pernah mengaksesnya.

Lama waktu ini mempengaruhi kecepatan browser untuk mengakses situs tersebut. Ilustrasinya seperti ini.

Misalkan, kamu membuka situs A yang mengatur bahwa cache nya akan tersimpan selama satu hari untuk pertama kalinya.

Pada kesempatan pertama ini, browser mu akan menghubungi server dari situs tersebut untuk menggali databasenya. Proses penggalian ini membutuhkan waktu dan ketika data yang diminta didapatkan dari server tersebut, server akan mengirimkan paket data kembali kepada browser dan ditampilkan pada mu.

Paket data yang dikirimkan ini berupa cache yang akan tersimpan dalam browser sesuai dengan pengaturan situs yang kamu akses (selama 1 hari dalam ilustrasi ini) serta database cache pada browser mu (selama cache tidak dibersihkan). 

Oleh karena sudah memiliki paket data situs A, tidak dibutuhkan lagi proses penggalian data di server. Alasannya karena paket data dapat langsung ditampilkan oleh browser berdasarkan data yang ada di database browser yang berupa cache tersebut. Ini alasan mengapa prosesnya menjadi lebih cepat.

Secara sekilas, proses ini memang terlihat sangat menguntungkan. Namun kamu harus tahu bahwa menggunakan cache juga menyimpan kerugian.

Kelebihan & Kekurangan Leverage Browser Caching

Segala sesuatu tentu harus berjalan seimbang, cache pun demikian. Kamu tidak boleh menyimpan terlalu banyak cache karena beberapa hal.

Sebelumnya kita sudah membahas tentang kelebihan penggunaan cache, yaitu:
  • Menampilkan objek seperti halaman situs, gambar, video, dsb secara lebih cepat
  • Meminimalisir penggunaan bandwith. Bagi yang menggunakan kuota internet tentu akan terbantu dalam hal ini karena akan lebih irit
  • Mengurangi beban server karena tidak harus melakukan penggalian data
Disisi lain, kerugian menerapkan leverage browser caching, yaitu:
  • Database cache membutuhkan ruang penyimpanan yang akan terus bertambah seiring perluasan akses browser bila tidak dibersihkan
  • Terdapat kemungkinan menampilkan tampilan yang sudah usang karena paket data yang disimpan merupakan paket data lama sedangkan situs tersebut sudah membuat sebuah pembaruan
Kerugian dari menerapkan leverage browser caching seluruhnya berada pada orang yang akan mengakses suatu situs. Pada kondisi ini, bayangkanlah kita sebagai seorang blogger membiarkan para pembaca blog kita untuk mengalami kerugian tersebut.

Kita spesifik berbicara pada poin kerugian kedua ketika mereka mendapatkan tampilan yang sudah usang, padahal kita telah memberikan pembaruan pada konten blog tersebut. Hal ini dapat menyebabkan user experience yang buruk sehingga pembaca blog kita enggan untuk melanjutkan dan kembali.

Google pun secara terang telah menyatakan bahwa mereka mengedepankan situs yang memberikan user experience yang baik. Maka demi menghindari kerugian dari menerapkan leverage browser caching, kamu harus mengatur browser caching yang baik pada blog mu.

Pengaturan Browser Caching Yang Baik

Sebenarnya hal ini cukup relatif, tergantung tentang bagaimana isi blog mu. Bila kamu merasa bahwa blog mu tidak memakan banyak sumber daya, maka tidak ada salahnya untuk membuat leverage browser caching yang berlangsung lama.

Sebaliknya bila blog mu mengandung banyak gambar, video, css, maupun javascript, kamu harus mempertimbangkan pengaturan leverage browser caching dengan seksama.

Google Developer menyarankan untuk mengatur lama cache hingga satu tahun untuk konten statis bila memungkinkan. Konten statis yang dimaksud adalah konten yang tidak akan kamu ubah untuk jangka waktu panjang. Untuk konten yang akan kamu ubah, Google menyarankan lama cache minimal satu minggu agar tidak memberatkan kecepatan loading blog mu.

Berikut ini penjelasan Cara Mengatur Lavarage Browser Caching.

Penutup

Mengatur leverage browser caching sangat penting untuk meningkatkan kecepatan loading blog sehingga lebih meningkatkan user experience pengunjung yang membuat blog kita lebih populer di mata mesin pencari.

Namun sebelum mengakhiri artikel ini, tahukah kamu bahwa penggunaan tracking Google Analytics dapat menyebabkan menurunkan kecepatan blog karena salah menerapkan leverage browser caching?

Untuk menghindari hal tersebut, kamu dapat membacanya pada artikel Solusi Leverage Browser Caching Script Google Analytics.

***

Bila kamu memiliki pertanyaan seputar artikel Mengenal Leverage Browser Caching Dan Cara Mengaturnya, silahkan tulis dikolom komentar ya.
Advertisement

Baca juga:

Your Reactions:

Gubuk Pintar
"If you waiting for idea for write than you're not a writter. You just a waiter"